Translate | Please Select Your Language


Lubang MISTERIUS Menuju MAKKAH di Pulau Buton

Pusat lubang ghaib itu berada di wilayah pusat Kerajaan Wa Ka kaa (sekarang Keraton Buton) disucikan dan dipeliharan dengan baik yang kemudian dijadiakan tempat sakral untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk ghaib atas kehendak Allah SWT. Ketika berselang masuknya ajaran Islam di pulau Buton pada Abad XV yang dibawah oleh Sjech Abdul Wahid, maka pemerintahan sistem Kerajaan sudah berubah menjadi pemerintahan sistem Kesultanan dengan sultan pertama Buton bernama Murhum.

Maka ketika itu dibangunlah mesjid Keraton Buton yang mana pusat lubang ghaib tersebut diletakkan di tengah-tengah dalam ruang mihrab Imam Mesjid Keraton Buton tempat Imam mesjid memimpin shalat. sang Imam mesjid Keratonpun pada zamannya ketika memimpin shalat lima waktu bisa secara ghaib melihat kejadian di Masjidil Haram Mekkah seolah-olah dia sedang berada memimpin shalat disana, sehingga menambah makin khusu'nya sang Imam tersebut dalam memimpin shalat berjamaah di Mesjid Keraton Buton Bukan itu saja, Sultan Buton dan para Sara pemerintahan Sultan Buton apabila ada keperluan dalam kepemerintahannya serta mau melihat keadaan perkembangan bangsa-bangsa di dunia atau apa saja, maka dapat mengunjungi lubang ghaib tersebut yang selanjutnya di lubang ghaib tersebut akan muncul keajaiban atas kehendak Allah SWT guna mengatasi segala permasalahan yang ada.

Sejak akhir tahun 1970-an, lubang ghaib yang terdapat di mihrab Imam Mesjid Keraton itu telah ditutup rapat dengan semen. Hal ini dilakukan oleh para tokoh adat Keraton mengingat masyarakat umum sudah banyak yang menyalahgunakan lubang ghaib ini yang dikuatirkan bisa menduakan Tuhan YME atau murtad. Selain itu juga sebelum ditutupnya lubang ghaib tersebut terjadi kejadian histeris seorang mahasiswa yang berkunjung ke lubang ghaib ini karena disini dia melihat kedua orang tuanya yang sudah meninggal yang disayanginya. Dalam mihrab Imam mesjid Keraton tersebut dibagian atas dari letak lubang ghaib tersebut terdapat dua gundukan mirip buah dada perempuan gadis.

Kedua gundukan tersebut ketika Imam mesjid Keraton Buton melakukan sujud shalat, maka ketika sujud dia memegang kedua gundukan itu. Lain halnya lubang ghaib yang terdapat di pulau Wangi-Wangi di bagian timur pulau Buton, tepatnya di desa Liya Togo letaknya 30 meter dibelakang mesjid Keraton Liya. Pada zamannya lubang ghaib ini juga dipelihara oleh Raja atau Sara Liya mengingat banyaknya keajaiban yang dapat dilihat dilubang ghaib tersebut.

Lubang Ghaib di Pulau Buton

Lubang Ghaib
Lubang ghaib yang tembus ke Ka'bah Mekkah yang terdapat di Liya Togo ini sengaja tidak diletakkan di dalam mesjid Keraton Liya sebagaimana yang terdapat di mihrab mesjid Keraton Buton sebab tidak boleh dilakukan sama.

Sultan Buton apabila mengunjungi Keraton Liya setelah melakukan shalat di mesjid Keraton Liya, selanjutnya sang Sultan langsung mengunjungi lubang ghaib tersebut lalu memohon kepada Allah SWT untuk dapat melihat seluruh keadaan dan kejadian pemerintahannya sehingga dia dapat melihat secara ghaib untuk menjadi kewaspadaan Sultan.

Kedua lubang ghaib tersebut saat ini secara spritual sudah tidak terpelihara lagi sehingga kini tinggal kenangan saja. Hanya dengan penegakan kembali sistem peradaban hakiki Islam dan penegakan Sara Agama pada masing-masing wilayah barulah mungkin rahasia lubang ghaib itu bisa berfungsi kembali atas izin Allah SWT. Diperkirakan lubang ghaib serupa ini juga terdapat satu buah di Serambih Aceh Sumatera Utara pintu masuk pertamanya Islam di Indonesia. Sehingga di Indonesia terdapat 3 buah lubang ghaib yang dibentuk oleh alam atas kehendak sang halik. Berdasarkan petunjuk spritual di dunia ini terdapat 5 buah lubang ghaib tembus ke Ka'bah Baitullah Mekkah, 2 di antaranya terdapat di dataran Cina dan dataran Eropah Barat. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menguak kisah ini secara ilmiah oleh para ilmuwan dunia sehingga dapat ditarik manfaatnya untuk perbaikan kualitas hidup dan kehidupan manusia dalam penegakan Iman dan Keyakinan kepada Tuhan YME serta pembenaran perkembangan kemajuan peradaban manusia di muka bumi ini.

Quote:
Kisahnya
Dalam Buku Tambaga/Perak berjudul "Assajaru Huliqa Daarul Bathniy Wa Daarul Munajat" Oleh Laode Muhammad Ahmadi, mengatakan bahwa dua puluh tahun sebelum wafatnya Nabi Muhammad SAW kira-kira tahun 624 Masehi, ketika beliau berada di Madinah dan berkumpul dengan para sahabat dan terdengarlah dua kali demtuman bunyi begitu keras, ketika itu pula Rasulullah Muhammad SAW mengutus Abdul Gafur dan Abdul Syukur yang keduanya merupakan kerabat dekat Nabi Besar Muhammad SAW untuk mencari pulau Buton (Al-Bathniy), diapun melanglang buana mencarinya hingga menelan lamanya waktu pencarian hingga 60 tahun yakni sampai tahun 684 Masehi di kawasan Asia Tenggara. Nanti kemudian setelah melewati selat pulau Buton sesudah waktu shalat Magrib barulah dia mendengar suara azan persis sama dengan suara azan yang dikumandankan di Masjidil Haram Mekkah sewaktu tiba shalat zhuhur, maka diapun turun dari kapalnya lalu mencari sumber suara azan tersebut. Ternyata suara azan tersebut adalah dikumandankan oleh Husein yang tak lain ialah kerabat dekatnya sendiri yang dilihatnya muncul dari sebuah lubang ghaib berbentuk kelamin perempuan terdapat di atas bukit. Lubang ghaib ini tembus ke Ka'bah Baitullah Mekkah. Didepan lubang ghaib inilah Abdul Gafur meneteskan air matanya merenungkan kebesaran Allah SWT, seraya mengingat kembali pesan Rasulullah Muhammad SAW sebelum tinggalkan Madina, bahwa isyarat tanda inilah telah menunjukkan disitulah terdapat pulau Al-Bathniy yang dicarinya. Didepan lubang ghaib inilah Abdul Gafur bisa melihat secara kasaf mata semua yang terjadi di Masjidil Haram Mekkah, termasuk juga orang yang sedang melakukan azan ketika itu dan diapun mengenal orang tersebut yang tak lain adalah sanak keluarganya sendiri bernama Zubair. Pada Zaman Kerajaan Wa Kaa Kaa atau nama aslinya Mussarafatul Izzati Al fakhriy yang terjadi pada Abad XIII yang pusat Kerajaannya di bukit dekat lubang ghaib tersebut.

Misteri JEMBATAN Shirathal Mustaqiem Setipis Rambut


Benarkah jembatan Shirathal Mustaqim seperti rambut dibelah tujuh? Jembatan ini merupakan jembatan yang harus dilalui siapa pun tanpa terkecuali pada waktu hari kiamat tiba. Jembatan ini disebut-sebut sebagai penghubung antara neraka dan surga. Dan menurut cerita yang beredar, jembatan ini seperti rambut yang dibelah tujuh.

Adapun cerita ini berkembang karena penafsiran dari Surah Al Fatihah yang di dalamnya disebut kata “Shirathal Mustaqim”. Beberapa ulama meyakini, arti “jalan yang lurus” adalah jembatan yang lurus dan panjang. Wallahualam. Dan tidak ada dalil yang shahih yang menyatakan bahwa Shirath seperti rambut yang dibelah tujuh.

Dalam riwayat ditemukan bahwa nama jembatan ini adalah jembatan Shirath yang terbentang diatas neraka menuju ke surga. Semua manusia akan melewatinya sesuai dengan amalan mereka. Ada yang jatuh ke neraka, ada yang melewatinya dengan cepat dan ada yang melewatinya dengan lambat. Dalam suatu riwayat mengatakan, bahwa adanya suatu jembatan diatas neraka Jahanam adalah hadist yang artinya berbunyi:

“Maka dibuatlah As Shirath diatas Jahanam, ” Hadist Riwayat Al Bukhori dan Muslim

Diriwayatkan pula bahwa jembatan ini lebih lembut dari rambut dan lebih tajam dari pedang. Seperti ucapan Abu Sa’id Al Hudri “Sampai kepada ku bahwa jembatan ini (As Shirath) lebih lembut dari rambut dan lebih tajam dari pedang” hadist riwayat Imam Muslim.

Melewati jembatan As Shirath merupakan salah satu peristiwa dasyat yang akan dialami oleh manusia yang telah mengucapkan ikrar syahadat tauhid. Menyebrangi jembatan yang terbentang di dua punggun Neraka Jahanam ini tidak hanya dialami oleh umat Islam dari kalangan Nabi Muhammad SAW. Melainkan juga oleh umat beriman dari para Nabi sebelumnya, baik mereka yang imannya sejati, maupun mereka yang suka berbuat maksiat dan kaum munafik.


Menurut sebagian ahli tafsir, peristiwa menyebrangi jembatan diatas neraka, telah diisyaratkan Allah dalam Al-Qur’an.

“Dan tidak ada seorang pun di antara kamu yang tidak mendatanginya (neraka). Hal itu bagi Rabbmu adalah suatu ketentuan yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang zhalim di dalam (neraka) dalam keadaan berlutut.” (Qs Maryam/19: 71-72).

Lalu bagaimanakah bentuk jembatan Shirath yang nantinya akan kita lalui? Dalam sebuah hadist, Nabi Muhammad SAW menggambarkan keadaan jembatan As Shirath. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Licin lagi menggelincirkan, diatasnya terdapat besi pengait dan kawat berduri yang ujungnya bengkok, Ia bagikan pohon berduri di Nejd, dikenal dengan pohon Sa’dan. Dan dibentangkanlah jembatan Jahanam. Akulah orang pertama yang melewatinya. Doa para Rasul pada saat itu, “Ya Allah Selamatkan lah, selamatkanlah,”. Pada Shirath itu juga terdapat pengait-pengait seperti duri pohon Sa’dan. Hanya saja tidak ada yang mengetahui ukuran besar kecuali Allah. Maka Ia mengait manusia, sesuai dengan amalan mereka,” (HR. Al-Bukhari).

Jembatan Shirath tersebut amat licin, sehingga sangat mengkuatirkan bagi siapa saja yang melewatinya. Dimana kita mungkin saja terpeleset dan terperosok jatuh. Shirath tersebut juga mampu menggelincirikan orang-orang yang berjalan diatasnya. Para ulama telah menerangkan bahwa maksud dari kata menggelincirkan, yaitu jembatan tersebut bergerak ke kanan dan ke kiri, sehingga membuat orang yang melewatinya takut akan tergelincir dan tersungkur jatuh.

Shirath tersebut memiliki besi pengait yang besar, penuh dengan duri dan dibagian ujungnya bengkok. Ini menunjukan siapa yang terkena besi pengait ini tidak akan lepas dari cengkramannya. Terpeleset atau tidak, tergelincir atau tidak dan tersambar oleh pengait besi atau tidak semua itu ditentukan oleh amal ibadah dan keimanan masing-masing.

Shirat ini terbentang di neraka Jahanam sehingga barang siapa yang terpeleset dan tergelincir atau terkena sambaran besi pengait maka Ia akan jatuh ke dalam Neraka Jahanam. Shirath tersebut sangat halus sehingga akan sulit melewatkan kaki di atasnya. Shirath juga sangat tajam sehingga bisa membelah orang yang melewatinya.

Sekalipun Shirath ini halus dan tajam manusia tetap dapat melewatinya. Karena Allah SWT maha kuasa untuk menjadikan manusia mempu berjalan diatas apapun. Kesulitan untuk melewati Shirath karena kehalusannya atau terluka karena ketajamannya, semua itu tergantung pada kualitas keimanan setiap orang yang melewatinya.

Setelah kita mengetahui bagaimana bentuk Shirath dalam hadist-hadist shahih, kita akan mengetahui pula bagaimana keadaan manusia saat melewati Shirat tersebut. Rasulullah SAW bersabda dalam (Shahih, HR. Muslim) artinya:

“Lalu diutuslah amanah dan rahim (tali persaudaraan) keduanya berdiri di samping kiri-kanan shirath tersebut. Orang yang pertama lewat seperti kilat”. Aku bertanya: “Dengan bapak dan ibuku (aku korbankan) demi engkau. Adakah sesuatu seperti kilat?” Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Tidakkah kalian pernah melihat kilat bagaimana ia lewat dalam sekejap mata? Kemudian ada yang melewatinya seperti angin, kemudian seperti burung dan seperti kuda yang berlari kencang. ”

Akan ada manusia yang menyebrangi jembatan dengan selamat dan ada pula yang terluka karena sabetan duri-duri yang mencabik-cabik tubuhnya. Lalu ada pula mereka yang gagal menyebranginya hingga ujung, mereka terpeleset, tergelincir hingga terjatuh dan terjerembab dengan wajahnya ke nereka yang menyala-nyala di bawah jembatan. Lalu bagaimana seseorang menyebranginya dengan selamat?

Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa saat peristiwa menegangkan itu sedang berlangsung, para Nabi dan malaikat sibuk mendoakan bagi orang-orang berimana. Mereka berdoa yang artinya, “Ya Rabbi selamatkanlah, Ya Rabbi selamatkanlah”. Selanjutnya Allah akan meberikan cahaya bagi orang yang beriman dan bertaqwa. Allah telah menjelaskannya dalam Al-Qur’an yang artinya artinya :

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapuskan kesalahan-kesalahanmu, dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman yang bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu." (QS.At-Tahrim:8)

Dan pada saat itulah, setiap orang tidak akan ingat pada orang lainnya, betapa sulitnya bagi kita untuk menyeberang di atasnya. Tetapi Allah maha perkasa sekaligus maha bijaksana, Allah akan memberikan bekal bagi orang-orang beriman dan bertaqwa untuk sangggup melintas di jembatan tersebut.

Sungguh pemandangan yang pastinya sangat mendebarkan. Pantaslah jika Nabi Muhammad SAW menyatakan, bahwa jika saat menyeberangi jembatan di atas neraka Jahanam ini sedang berlangsung, seseorang tidak akan ingat orang lainnya sebab setiap orang sibuk memikirkan keselamatannya masing-masing.

Misteri LUBANG BUAYA dan Datuk Banjir


Lubang buaya sudah sering kita dengar tapi mungkin banyak pembaca yang tidak mengetahui mengenai asal usul dan cerita misteri Lubang buaya dan kenapa dinamakan lubang buaya. Banyak sekali misteri lubang buaya ini sebelum dijadikan kuburan para jenderal. Misteri Lubang buaya dan Datuk Banjir di Cipayung Jaktim ini menarik untuk kita simak. Siapakah Datuk Banjir? Bagaimana Legenda Lubang buaya ini dimulai. Inilah Kisah Datuk Banjir dan Lubang Buaya di Cipayung Jakarta Timur.

HUJAN turun deras. Datuk Banjir menutup kepalanya dengan kain sarung. Begitu juga kedua temannya. Dalam gelap, getek yang mereka naiki dibiarkan melaju sendiri mengikuti riak air. Di sebuah tempat, getek tiba-tiba berhenti. Datuk mengambil galah dan membenamkan ujungnya ke dasar air untuk mendapatkan gerak maju. Dasar air tak tersentuh. Getek tetap diam.

Dicobanya lagi, masih tak berhasil. Datuk mengira, di sana ada lubang misterius tempat persembunyian buaya.

Ketika air telah surut, Datuk kembali ke sana. Benar saja, di situ terdapat sebuah lubang. Bentuknya seperti sumur. Ia menamakannya Lubang Buaya.

Legenda misteri Lubang Buaya berkembang dari mulut ke mulut. Terakhir, penduduk sekitar mendengarnya dari H. Yusuf, pria asal Cirebon, yang mengklaim keturunan Datuk Banjir. Mereka yang percaya, mendatangi sumur itu setiap menjelang musim hujan, sekira bulan Oktober.

Di sana, mereka menyelenggarakan ruwatan. Doa mohon keselamatan dari ancaman bahaya banjir dipanjatkan. Nama Datuk Banjir yang diyakini menguasai tempat itu, mereka lafalkan dengan khidmat. Tradisi ruwatan meluas ke permohonan lain. Kepada sang penguasa sumur, warga juga meminta limpahan rejeki dan jodoh buat anak-anak gadisnya.

Sumur Lubang Buaya terletak di Desa Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, sekitar 20 kilometer dari pusat kota. Di sebelah selatannya terdapat markas besar Tentara Nasional Indonesia Cilangkap, sebelah utara Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, sebelah timur Pasar Pondok Gede, dan barat Taman Mini Indonesia Indah.

Quote:
Tanah di seputaran bibir sumur berwarna merah kecoklatan dan kering. Bagian terdekat diberi terali besi bercat merah putih. Lantai marmer putih kilap mengelilingi sumur berdiameter 75 centimeter itu. Sebuah cungkup, bangunan seperti pendopo, memayunginya. Langit-langit bangunan ini diukir.

Tepat di atas lubang, sebuah cermin bergantung. Lewat cermin inilah orang bisa menatap dasar sumur yang diberi pelita. Kecuali nyala api tadi, tak ada apa-apa lagi di sana. Jangankan air, rumput pun tak tumbuh di sumur berkedalaman 12 meter itu.

Kalau Lubang Buaya ditata, itu bukan dimaksudkan untuk mengendapkan cerita rakyat tentang Datuk Banjir. Ada cerita lain yang punya dimensi politik, sekaligus jadi bagian sejarah Indonesia dengan segala kontraversinya. Di sanalah jasad tujuh perwira militer, enam jenderal dan seorang letnan, ditemukan dalam keadaan rusak. Peristiwa traumatik ini, terutama bagi militer Indonesia, dikenal dengan nama G-30-S PKI, kependekkan dari “Gerakan 30 September 1965 Partai Komunis Indonesia”.

Pembunuhan atas para perwira itu jadi antiklimaks ofensif PKI terhadap seteru-seteru politiknya. Militer memburu mereka yang dianggap bertanggung jawab. Kekuatan massa PKI habis dalam tempo cepat, menyusul pembantaian besar-besaran atas mereka di berbagai daerah oleh militer dan massa pro-militer. Sebagian di antaranya dijebloskan ke dalam penjara dan diasingkan ke pulau-pulau terpencil.

Misteri TITANIC yang TIDAK Diketahui Banyak Orang


Hari ini kapal Titanic tenggala di Samudra Atlantik Utara. Musibah yang menewaskan banyak orang ini ternyata masih menyimpan banyak misteri yang tidak diketahui banyak orang.
Mulai dari mitos, hantu, kutukan, hingga kisah romantis pernah mewarnai cerita tenggelamnya kapal Titanic. Filmnya pun sukses menyabet banyak penghargaan Oscar dan melambungkan nama Leonardo DiCaprio dan Kate Winslet di dunia seni peran. Namun, banyak pula misteri dan cerita lain yang belum diketahui banyak orang.


Quote:
Berikut ini Tim Yangmudacom rangkum semua dalam '5 Misteri Titanic Yang Tidak Diketahui Publik':
1. Korban selamat malah dicibir
Peristiwa yang menewaskan ribuan orang tersebut, nyatanya tidak hanya berdampak bagi korban selamat. Salah satu penumpang asal Jepang yang selamat dari peristiwa tersebut nyatanya malah di-bully dan dianggap pengecut setelah kembali ke negara asalnya.

2. Kelompok musisi di dek kapal
Di film Titanic sendiri diceritakan bagaimana sekelompok musisi yang tetap bermain walaupun kapal akan tenggelam. Ternyata hal itu benar adanya. Musisi tersebut tetap bermain kendati kapal telah menabrak gunung es.

3. Milton Hershey selamat dari maut
Anda tahu perusahaan cokelat The Hershey Chocolate Company? Ternyata pemiliknya yang bernama Milton Hershey dulu memiliki dua tiket untuk berlayar bersama Titanic. Tapi ia batal menggunakan tiket tersebut dan selamat dari kejadian itu.

4. Gunung Es
FYI gunung es yang menabrak kapal mewah tersebut ternyata telah mengapung lebih dari 1000 tahun SM sebelum akhirnya menghantam badan kapal Titanic.

5. Lebih mahal filmnya dari pada kapalnya
Film Titanic sendiri dinobatkan sebagai karya fenomenal James Cameron sebelum Avatar. Namun did you know Yangmuda, biaya pembuatan filmnya sebesar 200 juta dolar Amerika ternyata mengalahkan biaya pembutan kapal Titanic yang hanya sebesar 174 juta dolar jika dikalkulasi pada saat ini.

PLANET NERAKA Suhunya Mencapai

Area pembentuk bintang dari Carina Nebula merupakan sebidang dunia yang dinamis, memiliki banyak bintang yang baru lahir, eksoplanet HD189733b yang diamati ini dijuluki sebagai planet neraka, dengan kecepatan angin hingga lebih dari 1000 km/jam.
Melansir laporan media asing, di dalam area bintang dari Carina Nebula, ilmuwan mengamati pembentukan eksoplanet yang baru. Karena ini adalah tempat kelahiran bintang-bintang baru, maka jumlah eksoplanet dipastikan cukup banyak, dan melalui spectrometer HARPS, ilmuwan dari University of Geneva dan University of Bern menganalisis atmosfer eksoplanet, serta menemukan atmosfer exoplanet HD189733b seperti neraka yang menakutkan, dengan kecepatan angin hingga lebih dari 1000 km/jam,atau setara dengan 2,77 km/detik, jauh melamapui kecepatan angin tercepat di bumi.

Eksoplanet HD189733b tidak hanya memiliki kecepatan angin yang ekstrim, suhu permukaannya juga mencapai 3000 derajat Celcius, sementara suhu permukaan matahari juga tidak lebih dari 5000 derajat Celsius, sehingga eksoplanet HD189733b adalah planet neraka yang sesuai dengan namanya. Temuan ini dipublikasikan dalam JournalofAstrophysics andAstronomy.

Para ilmuwan di University of University of Geneva dan University of Bern telah melakukan pengamatan yang komprehensif terhadap eksoplanet tersebut, dengan metode pengamatan spektrum natrium/sodium, dapat mengamati secara mendalam terhadap atmosfer eksoplanet. Selain itu, ilmuwan juga menggunakan HARPS (High Accuracy Radial velocity Planet Searcher) di observatorium selatan Eropa yang terletak di dataran tinggi Chile. Pengamatan bersama keduanya bisa mendapatkan data eksoplanet yang lebih komprehensif.

Sebelum pengamatan tersebut, para ilmuwan telah meneliti garis spekrum natrium dari atmosfer eksoplanet dengan menggunakan spectrometer HARPS, untuk menemukan informasi yang berguna. Tapi dalam hal sensitivitas pengamatan, platform observasi dengan resolusi spektral yang lebih baik adalah teleskop Hubble, professor Kevin dari University of Bern berharap menemukan suatu rumus yang sederhana untuk mengukur/menghitung suhu atmosfer, kepadatan dan tekanan eksoplanet untuk menggantikan model komputer yang rumit.

Kisah ZONA WAKTU di Indonesia


SANDFORD Fleming,� perencana perjalanan kereta api dan teknisi asal Kanada, baru saja ketinggalan kereta ketika dia mengunjungi Irlandia dalam tahun 1876. Dia bingung. Jadwal keberangkatan kereta ternyata tak sesuai dengan waktu sebenarnya. Dia mengira kereta berangkat malam, tetapi kereta telah berangkat pada pagi hari. Ada perbedaan meridian antara Fleming dengan jadwal yang disusun oleh orang Irlandia. Ini karena kala itu belum ada pembagian waktu secara baku. Tiap negeri, tiap kota memiliki aturan waktunya sendiri. Akibatnya, orang asing sering salah mengerti waktu jika berkunjung ke suatu negeri jauh.

Sejak peristiwa itu, Fleming berpikir tentang kebutuhan ukuran pembagian waktu yang baku. Sebagai perencana perjalanan kereta jarak jauh, dia tak mau ada kekacauan jadwal hanya karena orang salah membaca waktu.

Quote:
Berdasarkan waktu rotasi bumi yang dibulatkan, 24 jam, dan derajat bumi, 360o, Fleming membagi bumi ke dalam 24 zona waktu. Titik nol atau toloknya berasal dari Greenwich yang berada di bujur 0o. Ini berarti, waktu di tiap garis bujur selebar 15o dapat berbeda satu jam lebih lambat atau lebih cepat dari Greenwich. Semakin ke timur, waktu berbeda satu jam lebih cepat daripada Greenwich (+). Sebaliknya, semakin ke barat, waktu berbeda satu jam lebih lambat (-). Selisih waktu paling cepat dari Greenwich adalah 12 jam, pun jua dengan selisih paling lambatnya. Usul ini disepakati secara internasional melalui sebuah Konferensi Meridian Internasional di Washington DC pada Oktober 1884.

Di Hindia Belanda, koloni Belanda, pembagian waktu belum sepenuhnya mengikuti standar Greenwich Meridian Time (GMT). Belanda, meskipun tercatat sebagai negara yang menyetujui konferensi itu, belum merumuskan pembagian waktu untuk koloninya. Belanda baru menetapkan pembagian waktu pada 1908.
Staats Sporwegen (jawatan kereta api) meminta kepada pemerintah untuk menyusun sebuah zona waktu (mintakad) demi kelancaran perjalanan kereta di Jawa. Ketika itu, Hindia Belanda telah memiliki “greenwich” sendiri sebagai titik nol derajatnya, Jawa Tengah. Melalui Gouvernements� besluit 6 Januari 1908, Jawa Tengah dan Batavia memiliki perbedaan waktu dua belas menit. Itu artinya, Batavia lebih lambat 12 menit dari Jawa Tengah. Peraturan ini diterapkan secara resmi pada 1 Mei 1908 dan hanya berlaku untuk wilayah Jawa dan Madura. Di luar wilayah itu, pemerintah tidak mengaturnya.

Wilayah Sumatera Barat dan Timur dan Balikpapan menjadi wilayah luar Jawa pertama yang mendapatkan pembagian waktu. Pemerintah mulai membagi waktu ketiga wilayah itu pada 22 Februari 1918. Padang tercatat memiliki perbedaan waktu 39 menit lebih lambat daripada Jawa Tengah, sedangkan Balikpapan berselisih 8 jam 20 menit lebih cepat dari Greenwich. Peraturan pembagian waktu selanjutnya, 1 Januari 1924, tidak mengubah pembagian waktu tersebut secara berarti. Peraturan itu hanya menetapkan selisih waktu antara Jawa Tengah dengan Greenwich adalah 7 jam 20 menit lebih cepat dari Greenwich. Di luar peraturan itu, pembagian waktu tiap daerah ditentukan oleh Hoofden van Gewestelijk Bestuur in Buitengewesen.

Memasuki 1930-an, penerbangan internasional dari Hindia Belanda ke Singapura dan Autralia dibuka. Peraturan mengenai pembagian waktu harus dirumuskan ulang. Hindia Belanda, untuk pertama kalinya, terbagi atas enam zona waktu sejak 11 November 1932 melalui peraturan Bij Gouvernment Besluit van 27 Juli 1932 no. 26, Staatsblad No .412. Selain pertimbangan penerbangan, kebiasaan masyarakat pemakai jam matahari juga menjadi alasan keluarnya peraturan ini. Pemerintah kolonial berharap masyarakat itu tak dirugikan dengan pembagian waktu ini. Dalam pembagian waktu ini, selisih waktu tiap zona adalah 30 menit.

Peraturan ini menjadi tak berlaku kala Belanda menyerahkan Hindia kepada Jepang pada 1942. Jepang menyesuaikan pembagian waktu di Hindia dengan kebutuhan militer dan propagandanya. Peraturan itu berlaku sejak 20 Maret 1942 sampai dengan 16 September 1945. Akibatnya, waktu di tiap wilayah Hindia disamakan dengan waktu Tokyo (GMT + 9). Sejarawan Didi Kwartanada mengatakan penyesuaian waktu dengan Tokyo itu untuk memudahkan mengatur daerah pendudukan Jepang di Asia. “Namun Jawa paling terpengaruh karena waktunya harus maju satu setengah jam lebih dulu dari biasanya. Yang paling susah orang yang biasa sholat subuh jam 04:00 jadi jam 02:30 malam,” kata doktor sejarah alumnus National University of Singapore itu.�

Bukan hanya itu, anak sekolah pun mesti berangkat sekolah lebih pagi dari biasanya, pada pukul 05:30 subuh. Pemberlakuan itu menimbulkan banyak kekacauan di masyarakat. Didi merujuk kepada buku Tjamboek Berdoeri, sebuah memoar karya Kwee Thiam Tjing, yang mengisahkan betapa orang-orang Jawa di bawah Jepang yang harus menyesuaikan waktu Tokyo. “Kwee Thiam Tjing menulis kalau dia sering ngantuk karena harus bangun tidur lebih cepat dari biasanya,” katanya.

Bukan hanya jam, sistem penanggalan pun disesuaikan dengan penanggalan sumera, yang membuat orang Indonesia jauh lebih tua 660 tahun dari orang Jepang. Didi mengatakan, “Tahun 1942 disetarakan dengan 2602 tahun sumera yang berarti umur orang Jawa jauh lebih tua 660 tahun dari orang Jepang.” Bahkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pun menggunakan tahun sumer, yakni 2605, bukan 1945.

Quote:
Ketika Belanda kembali menduduki sebagian daerah di Indonesia pada 1947, zona waktu di Indonesia terbagi tiga. Ini karena Belanda mengubah zona waktu Indonesia secara sepihak. Tiap zona berselisih GMT + 6, + 7, dan + 8, kecuali Papua yang berselisih GMT + 9. Tidak diketahui secara pasti pertimbangan apa yang melatarbelakangi pembagian waktu ini. Namun, pembagian ini tak berlangsung lama. Pada 1950, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia. Dengan demikian, Indonesia kembali ke pembagian enam zona waktu dengan selisih 30 menit tiap zona. Aturan ini tertuang dalam Keppres RI No. 152 Tahun 1950 yang mulai berlaku pada 1 Mei 1950. Hanya Irian yang masih menggunakan peraturan Belanda tahun 1947 karena masih diduduki Belanda.

Keppres itu bertahan selama 13 tahun. Pada 1963, Indonesia hanya terbagi atas tiga zona waktu: barat, tengah, dan timur. Irian Jaya yang telah kembali ke dalam wilayah Indonesia masuk zona timur bersama daerah tingkat I Maluku karena terletak pada 135 derajat bujur timur. Selisih waktunya dengan GMT adalah + 9. Daerah Tingkat I dan istimewa di Sumatera, Jawa, Madura, dan Bali masuk zona barat karena terletak pada 105�derajat bujur timur. Wilayah-wilayah ini berselisih + 7 dari GMT. Zona Indonesia Tengah meliputi Daerah Tingkat I di Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Letak bujurnya adalah 120 derajat bujur Timur dan berselisih + 8 dari GMT. Itu artinya, ada selisih satu jam di tiap zona. Pembagian ini dikukuhkan melalui Keppres No. 243 Tahun 1963. Beberapa pertimbangannya antara lain, segi sosial, agama, efisiensi ekonomi, dan penyederhanaan. Pembagian itu dimulai secara resmi sejak 1 Januari 1964.

Keberatan-keberatan segera muncul dari beberapa kalangan sejak diterapkannya pembagian tiga zona itu. Mereka menilai pembagian waktu itu janggal. Orang-orang di Sabang dan Pontianak harus bangun lebih pagi karena jam terbit matahari menjadi lebih awal. Tak sesuai dengan waktu terbit sebenarnya. Apalagi kota Pontianak ternyata justru tidak masuk zona barat walaupun terletak dalam bujur yang sama dengan Tegal. Sementara itu, Bali justru masuk zona barat meski terletak dalam bujur zona tengah.
Atas beberapa pertimbangan lain seperti pariwisata dan keberatan sebagian kalangan, pemerintah mengeluarkan peraturan baru mengenai pembagian waktu melalui Keppres RI No. 41 Tahun 1987. Tidak ada perubahan pembagian zona waktu dalam peraturan baru tersebut. Indonesia tetap terbagi atas tiga zona waktu. Hanya beberapa daerah yang ditukar zona waktunya. Bali, misalnya, masuk ke zona tengah karena pertimbangan pariwisata, sedangkan Kalimantan Barat dan Tengah ditarik masuk ke zona barat dari zona tengah. Pembagian waktu ini berlangsung hingga sekarang meski usul perubahan pembagian waktu menjadi satu zona terus berkembang akhir-akhir ini.

Pada 11 Maret 2013, Menko Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menggulirkan wacana untuk menyatukan zona waktu di seluruh wilayah Republik Indonesia. Menurutnya penyatuan zona waktu dilakukan dengan alasan efisiensi kinerja sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi.�

Singapura pun menentukan waktu sejam lebih cepat� karena tak mau ketinggalan dengan negara Asia Tenggara lainnya. Sebenarnya Singapura memiliki kesesuaian waktu dengan Indonesia bagian barat, khususnya Sumatera. “Lee Kuan Yew tak ingin warga Singapura ketinggalan. Kalau dilihat, anak sekolah di sana berangkat pagi-pagi sekali,” kata Didi.

Namun, apakah penggabungan zona waktu di seluruh wilayah Indonesia mampu pula mengubah etos kerja dan budaya orang Indonesia? Kita tunggu saja nanti.

BOCAH AUTIS Gambar Peta Dunia Di Luar Kepala



Ingatan bocah penyandang autis berusia 11 tahun sungguh luar biasa. Dia mampu membuat peta dunia lengkap dengan nama negara sama persis yang ada pada buku.
Quote:
Dilansir dari Reddit, saat jam sekolah, dia tiba-tiba maju ke depan dan mengambil spidol. Dengan cekatan tanpa menyontek pada sebuah buku, bocah ini pun menggambar peta dunia. Setelah usai menggambar dia pun melengkapi nama negara dengan tepat dan benar.
Teman-temannya berdecak kagum melihat gambar yang sama persis dengan peta dunia yang bertengger di kelas. Tak hanya asal menggambar menyamai seperti di buku, gambaran bocah ini juga sesuai dengan kondisi bumi saat ini. Pemanasan global yang terjadi di kutub utara dan selatan pun digambar secara detil olehnya hingga pulau-pulau kecil yang berada di sekitarnya.

Peta ini menunjukkan bahwa pengidap autis memiliki bakat dan kemampuan yang luar biasa, dan seharusnya tidak untuk dibatasi serta dikucilkan.

ORANG ENGAN Nama Diawali Huruf A-M Lebih Menarik Diajak Kencan ?


Apa yang Anda perhatikan saat mencari pasangan secara online, entah lewat situs kencan ataupun aplikasi jodoh? Mungkin kebanyakan orang akan menghabiskan waktu lama untuk mengisi kolom 'About Me' memberi informasi tentang diri, yang mencerminkan kepintaran, seksi dan betapa menyenangkannya Anda. Namun apakah itu benar-benar memengaruhi seseorang menekan tombol 'Love' di profil Anda?

Quote:
Sebuah penelitian dibuat oleh Evidence Based Medicine, yang menyebutkan bahwa huruf awal pada nama juga dapat memengaruhi kehidupan cinta Anda. Melihat dari fenomena kencan online yang tengah marak sekarang ini, dua penelitian dilakukan di dua kota, London juga Texas, yang menghasilkan fakta-fakta kencan online.
Selain melihat foto wajah, salah satu yang tak terduga adalah memilih lawan jenis berdasarkan nama. Mereka yang namanya berawalan A sampai M cenderung lebih mudah mendapatkan 'like'. Sedangkan mereka yang namanya berawalan N sampai Z, kurang terlihat atraktif untuk pencarian cinta di situs kencan online.
Quote:
"Sudah semacam naluri alami bahwa kita menginginkan yang berada di daftar teratas. Dan fenomena ini memang belum sepenuhnya dapat dijelaskan, namun juga berpengaruh saat mencari pasangan lewat kencan online. Mungkin ini karena kita secara tak sadar memberi nilai lebih untuk hal-hal yang berada di puncak daftar," ujar Khalid S. Khan, peneliti di Evidence Based Medicine.
Tak hanya memengaruhi percintaan, penelitian lain dibuat untuk mengetahui pengaruh nama dan kepribadian seseorang. Studi lain dilakukan oleh Economics of Education Review, yang mencontohkan nama murid di sekolah. Umumnya nama-nama dengan awalan huruf pertama lebih kompetitif di bidang pendidikan.
Quote:
Sedangkan penelitian lain dari Georgetown menemukan bahwa orang-orang yang namanya di urutan terakhir alfabet memiliki kecenderungan hobi belanja. Beberapa alasannya karena mereka tak terlalu menonjol di sekolah, dan belanja dapat membuat mereka dipandang di pergaulan sosial.
"Namun bukan berarti nama-nama dengan huruf terakhir tidak atraktif sama sekali, mereka hanya butuh melakukan sesuatu yang membuat mereka lebih menonjol," ujar Khan lagi.

PANTAI Ini Bisa PINDAH Tempat


Bayangkan, suatu pantai bisa pindah tempat dari awalnya menjorok di bagian belakang pulau, menjadi menjorok di bagian depannya. Pantai seperti itu, bisa jadi hanya ada di Pulau Tinabo Besar di Takabonerate.
Ketika mendaratkan kaki di Pulau Tinabo Besar, yang menjadi 'pintu masuk' Taman Nasional Takabonerate, Sulawesi Selatan, saya terkesima dengan pemandangan di sebelah kiri bagian belakangnya. Ada pasir pantai yang menjorok ke lautan bagaikan suatu tanjung. Cantik sekali!
Quote:
"Nah mas, itu (pasirnya) menjorok di bagian belakang. Nanti, dia bisa pindah jadi menjorok di bagian depan pulau ini," ujar Kepala Taman Nasional Takabonerate, Yusman sembari menunjuk pantainya.
Yusman menambahkan, itulah salah satu fenomena yang bisa traveler temui di Takabonerate. Mengapa bisa begitu? Karena disebabkan oleh arus laut, gelombang dan angin yang kencang.

"Biasanya 6 bulan sekali. Coba nanti ke sini lagi beberapa bulan mendatang, sudah pindah deh," katanya.
Luas Pulau Tinabo Besar mencapai 5 km persegi. Pulaunya memiliki penginapan yang sebenarnya merupakan rumah polisi hutan. Ketika ada turis yang mau menginap, bisa bermalam di sana.
Kembali ke soal pantainya, saya langsung berjalan ke arah pantai yang bentuknya menjorok tersebut. Ah, benar-benar cantik. Andaikan ada bangku kayu yang panjang di sini, bisa jadi tempat bersantai yang sempurna!

"Perairan pantai di sini juga jernih. Takabonerate sudah mulai terkenal sejak 5 tahun ke belakang ini," tutup Yusman.

INI Soal MATEMATIKA Singapura yang Pusingkan Netizen


Jika Anda merasa mahir dalam pelajaran matematika dan lebih pintar dari siswa/i SMA di Singapura, ada baiknya kalian coba selesaikan soal yang satu ini.

Pada hari Jumat (10/4) minggu lalu, seorang presenter televisi Singapura telah mem-posting sebuah soal matematika ke Facebook-nya. Awalnya, soal tersebut diduga ditujukan bagi siswa berusia 10 hingga 11 tahun. Namun demikian, ternyata soal yang cukup rumit itu ditujukan bagi siswa berusia 15 tahun yang mengikuti 'Olimpiade Matematika Sekolah Asia dan Singapura' (SASMO).

Well, pertanyaan pada soal tersebut sesungguhnya sederhana, "Kapan ulang tahun Cheryl?".

Soal itu pun dilengkapi dengan beberapa petunjuk yang diberikan oleh Cheryl kepada dua orang temannya, yaitu Albert dan Bernard. Selain menyebutkan 10 kemungkinan tanggal ulang tahunnya, Cheryl juga memberi tahu bulan ulang tahunnya kepada Albert dan tanggal ulang tahunnya kepada Bernard secara terpisah.

Berikut ini adalah soal tersebut:

previous home